AGENDA EVENT OFF-ROAD 2018: Tahun Politik Jadwal Event Berkurang, Wacana Aturan Baru AGENDA EVENT OFF-ROAD 2018: Tahun Politik Jadwal Event Berkurang, Wacana Aturan Baru
Mestinya dunia sport dan politik tidak ada hubungannya, namun ternyata di Indonesia ada pertimbangan lain. Mengingat olahraga otomotif termasuk dalam 3 cabang olah raga... AGENDA EVENT OFF-ROAD 2018: Tahun Politik Jadwal Event Berkurang, Wacana Aturan Baru

KAT4day2-27

KAT#3-9

Mestinya dunia sport dan politik tidak ada hubungannya, namun ternyata di Indonesia ada pertimbangan lain. Mengingat olahraga otomotif termasuk dalam 3 cabang olah raga yang berpotensi mendatangkan massa dalam jumlah besar. Mungkin atas pertimbangan itulah Kepolisian Negara Republik Indonesia mengeluarkan edaran agar masyarakat tidak menggelar kegiatan yang bisa melibatkan massa dalam jumlah besar. Demi menjaga stabilitas negara. “Tahun ini, sepertinya hanya sekitar 4-5 bulan saja yang bisa digunakan untuk menggelar kejurnas cabang olah raga IMI,” kata A Hariono – selaku Waketum Olahraga Mobil PP IMI.

KOAT20

Tak terkecuali untuk cabang olahraga off-road, event kejurnas juga mengalami pengurangan. “Untuk kejurnas adventure IMI rencananya akan ada 3 Seri – Kejurnas Individual non winch dan Kejurnas Team non winch,” kata Joko Permana – Ketua Komisi Adventure Off-Road PP IMI yang baru menggantikan Denny BBAC. Rencananya karena dikerjakan promotor nasional Genta Auto & Sport, event Kejurnas Adventure Individual Non Winch dan Kejurnas Adventure Team Non Winch akan digelar di waktu bersamaan. “Jadi dalam satu event akan ada 2 kejuaraan sekaligus. Supaya offroad adventure makin meriah,” kata Joko Permana.

KOAT4

KOAT2-10

Mengenai pembagian kelas untuk Kejurnas Individual Non Winch dibikin berdasarkan volume mesin. Untuk urusan suspensi dibebaskan. Kategori lengkapnya Kelas G1 – untuk mesin Maksimal 1.000 cc, Kelas G2 – untuk mesin s/d 2.500 cc, Kelas G3 – untuk mesin s/d 4.700 cc dan Kelas G4 – FFA. Sedangkan kategori Kejurnas Team Non Winch terbagi 2 yaitu Under 2.500 cc dan Upper 2.501 cc.

Day2

Sementara untuk kalender Kejurnas Speed Off-Road, di tahun ini hanya akan digelar 4 Seri. “Seri perdana dimulai sesudah Lebaran 2018,” kata Hari SBM sapaan akrab Hariono. Jadwal event nya sendiri yaitu Seri 1 – 22 Juli, Seri 2 – 26 Agustus, Seri 3 – 30 September, Seri 4 – 25 November. Untuk lokasi event kemungkinan besar di seputaran Banten. Ada kemungkinan di daerah BSD. Seperti tahun lalu ada 2 Seri Kejurnas Speed yang digelar bersamaan dengan Kejurnas Sprint Rally.

IXOR#4-fight1

“Untuk tahun ini berdasarkan masukan beberapa offroader dan pertimbangan daya tarik event ada wacana baru untuk penggabungan kelas. Tujuannnya agar kuotanya terpenuhi dan persaingan makin ketat. Selain itu juga adanya sedikit perubahan di kelas G4.3,” kata Fredrik T Moeljadi – Ketua Komisi Speed Off-Road. Wacana penggabungan kelas yaitu Kelas G5.1 penggabungan kendaraan bermesin  depan 4,6 8 silinder dengan transmisi manual. Kelas G5.2 kendaraan bermesin belakang 4,6 silinder dan 8 silinder (front engine) dengan transmisi matik. Baru kemudian kelas G5.3 yaitu 8 Silinder Pro. Berdasarkan data catatan waktu selama penyelenggaraan Kejurnas Speed 2018 dengan kelas FFA yang baru ini pertarungan di setiap kelas akan berlangsung lebih ketat.

tti

“Selain di Grup FFA, untuk kelas G4.3 yang biasanya dihuni Cherokee bermesin 6 silinder, pemilik kendaraan bermesin turbo diesel bisa ikut bersaing di kelas ini,” kata Fredrik. Menurut Rifat Sungkar untuk mesin turbo diesel biarpun bisa ditune lebih kencang, tapi karakternya berbeda jauh dengan mesin bensin. “Mengacu regulasi FIA, kalau mesin turbo (bensin) kapasitas mesin akan dikalikan 1,7. Jadi kalau memakai mesin 2.500 cc turbo bensin maka peserta ga boleh lagi ikut di kelas 2.500 cc. Harus pindah di kelas yang lebih tinggi. Tapi kalau mesin diesel pengalinya adalah 1. Jadi peserta tak perlu pindah kelas lebih tinggi,” perinci Rifat Sungkar.

battle26

Secara lebih lengkap untuk kelas G4.3 mobil 4×4 bermesin turbo diesel maksimum 2.800 cc boleh bertarung melawan Cherokee full modifkasi. Wah, bakalan seru nih! Sesuai yang pernah ditulis goffroad.com Toyota Team Indonesia (TTI) sudah menyiapkan Fortuner diesel bermesin 2.8L dan juga 2.5L. Semoga di tahun ini TTI bisa bertarung di kelas G4.3. Mengenai aturan pemakaian bodi, kaki-kaki dan sebagainya tak ada yang diubah lagi.

Ijeck

Sementara untuk hal yang menyangkut safety peserta, jika tahun lalu hanya grup G5 yang wajib memakai baju tahan api, mulai tahun ini grup G4 juga diwajibkan. Hal ini berdasarkan kecepatan rata-rata peserta di grup ini meningkat jauh. Makanya aspek keselamatan seperti halnya pemakaian hans juga diwajibkan. Bukan hanya di grup ber cc besar tapi pemakaian hans diwajiban kepada seluruh peserta. “Yang penting pada saat start semua peserta harus memakai hans. Entah pinjam atau beli sendiri enggak masalah. Jika tidak memakai hans akan ada hukuman penalti di setiap SS sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan,” imbuh Fredrik.

iocxor3-23

Mumpung waktu masih agak panjang untuk melakukan persiapan secara khusus Fredrik meminta masukan dari seluruh komunitas. Apabila semua sepakat maka wacana perubahan ini dimasukkan dalam Peraturan Lomba Speed Off-Road 2018. Mumpung waktu masih panjang ayo siapkan segera kendaraan Anda!

Salam #goffroad

breksi2-12

Tunggul Birawa Editor In chief