Kejurnas IXOR 2017 Seri 4: Trek Sama Persaingan Makin Sengit Kejurnas IXOR 2017 Seri 4: Trek Sama Persaingan Makin Sengit
Meskipun Kejurnas IXOR 2017 mulai dari seri 2 hingga 4 tetap digelar di lokasi yang sama yaitu sirkuit Paramount Land ternyata pertarungan yang terjadi... Kejurnas IXOR 2017 Seri 4: Trek Sama Persaingan Makin Sengit

IXOR#4-fight3

Meskipun Kejurnas IXOR 2017 mulai dari seri 2 hingga 4 tetap digelar di lokasi yang sama yaitu sirkuit Paramount Land ternyata pertarungan yang terjadi semakin seru dan sengit. Hampir di semua kelas yang dipertandingkan tidak ada offroader yang mendominasi. Setiap seri IXOR 2017 juaranya pun selalu berganti-ganti. Berbeda dari prediksi banyak pihak yang memperkirakan juara seri di trek Paramount Land akan itu-itu saja.

IXOR#4-jrt4

IXOR#4-fight2

IXOR#4-BMB2
“Desain trek Paramaount Land memang tak banyak diubah. Tapi karena karakternya highspeed dengan beberapa handicap yang dibikin menuntut peserta IXOR tak boleh bikin kesalahan sedikitpun. Maka juaranya pun tak pernah sama karena setiap driver pasti pernah bikin kesalahan,” bilang Eri Rinzani yang jadi komandan lapangan pembuatan dan perawatan trek Paramount Land. Menurut offroader yang kini lebih banyak berkutat dengan alat berat hanya ada sedikit penyempurnaan trek di Seri 2 hingga Seri 4. Terutama adalah perubahan desain jumpingan. Selain penambahan jumlah jumpingan sudut kemiringannya pun mengalami perubahan. “Karena ada masukan bahwa kecepatan rata-rata peserta sudah ada yang tembus di atas 80 km/jam, perlu dilakukan sedikit penyesuaian trek. Tujuannya agar kecepatannya bisa dikurangi. Selain itu karena trek yang sama juga dipakai sedan yang ikut kejurnas sprint rally 2017 terpaksa harus sedikit kompromi,” kata Eri Rinzani.

eri-rinzani

IXOR#4-Ramnavsat4

adit2

Pada kenyataannya perubahan lay out trek tak mampu menghambat laju sebagian offroader. Ini berkat teknologi off-road terkini yang sudah diterapkan serta skill driver yang jauh berkembang pesat. Mau tak mau penyelenggara harus lebih berkonsentrasi pada soal safety. Keamanan dan keselamatan bukan hanya untuk peserta saja tapi juga para penonton. Pada seri 4 ini komunikasi antara marshal di lapangan dengan pimpinan perlombaan IXOR 2017, Jim Sudaryanto sepertinya sudah berjalan lebih baik dibandingkan seri sebelumnya. Beberapa insiden mobil terbalik tak sampai mengganggu atau membahayakan peserta yang start di belakangnya. Petugas di lapangan pun sudah mulai terbiasa menggunakan bendera yang jadi acuan driver IXOR ketika sedang memacu tunggangannya di dalam trek.

IXOR#4-marshal1

IXOR#4-7Sdr

IXOR#4-JMM3

Sering bergantinya juara di setiap kelas jadi bukti trek di Paramount Land sebenarnya memang masih kompetitif. Apalagi di IXOR 2017 Seri 4 ini catatan waktu para peserta nyaris sama. Bahkan beberapa kali hanya beda seperseratus detik. Seperti misalnya catatan waktu yang ditorehkan Donny Syahputra/Ule dan Rifat Sungkar/M Redwan ketika bertarung di kelas FFA8 Silinder Pro. Di SS 1 Donny harus mengakui kekalahannya dari Rifat Sungkar. Catatan waktu Donny yang memakai tubular bermesin V8 LS3 Custom adalah 03:24.998. Sedangkan Rifat Sungkat adalah 03:24.744. Sangat tipis sekali! Kalau pencatatan waktu masih manual dengan menggunakan tangan kemungkinan bisa saja sama persis waktunya.

IXOR#4-fight1

IXOR#4-jump2

Itu hanyalah sebuah contoh. Di kelas Cherokee atau peserta yang berada di Grup G4 juga tipis-tipis sekali waktunya. Grup G4 khususnya kelas G4.2 memang termasuk salah satu grup neraka. Pesertanya banyak, spek mobilnya tak beda jauh karena terikat regulasi. “Main di kelas Cherokee seru karena lawannya banyak. Kalau bikin salah sedikit saja pasti akan ketinggalan dan susah mengejar. Bisa menang 1 detik saja itu perjuangan,” kata Hari “Emon” Setiawan offroader tim Banteng Motorsport di kelas G4.2. Offroader asal Jatim ini tak bisa melanjutkan pertandingan karena di SS2 Cherokee berkelir kuning yang ditungganginya jumpalitan alias klonthang karena salah ambil racing line.

IXOR#4-Grupkecil1

IXOR#4-fight4

Sementara itu di kelas Jimny atau yang tergabung di Grup G2 juga kurang lebih sama kondisinya. Grup yang pesertanya hampir selalu lebih dari 30 starter setiap serinya ini persaingannya juga berlangsung sengit. Ya… begitulah sedikit gambaran atmosfir betapa sengit dan kerasnya pertarungan di Kejurnas IXOR 2017 Seri 4. Trek yang sama ternyata tetap bikin penasaran. “Trek di sini cukup kompetitif kok. Pokoknya selalu seru kalau main di Paramount. Lagipula lokasinya juga dekat kemana-mana,” kata Rifat Sungkar andalan tim Pertamax Motorsport di kelas G5.4.

IXOR#4-jhoni

Konsisten menjadi salah satu kunci kemenangan di trek Paramount Land. Jhoni Syahputra yang memakai tubular kuning bernomor 09 akhirnya jadi pemenang di Grup “Neraka” G5 berkat penampilannya yang konsisten. Tubular bermesin LS7 Custom Supercharged tak pernah mengalami kendala. Sedangkan Doni saudara sepupunya yang sempat memimpin klasemen justru terlempar dari posisi 20 besar akibat kerusakan pada sistem suspensinya.

IXOR#4-bkw1

IXOR#4-banteng2

IXOR#4-BJM8

Sayangnya menurut beberapa kabar yang goffroad.com terima, kemungkinan besar trek Paramount Land hanya bisa digunakan hingga tahun ini. Mengingat di dekat lokasi ini akan dibangun perumahan baru. Bahkan untuk Seri 5 yang rencananya juga digelar di trek yang sama awal November mendatang masih dalam pembicaraan. Karena di tanggal dan lokasi yang sama ada acara pemasangan batu pertama tanda dimulainya pembangunan. Semoga Kejurnas IXOR 2017 seri pamungkas dan juga IXOR 2018 bisa mendapatkan trek yang makin kompetitif. Sehingga kompetisi IXOR makin seru dan asyik dinikmati.Salam #goffroad

IXOR#4-parade1

IXOR#4-BMB4

IXOR#4-Ramnavsat1

IXOR#4-GNR

IXOR#4-BJM5

IXOR#4-BJM7

IXOR#4-banteng3

IXOR#4-BJM4

IXOR#4-BJM11

Tunggul Birawa Editor In chief