AXCR 2017: Pembuktian Rider Merah-Putih AXCR 2017: Pembuktian Rider Merah-Putih
Pertarungan Asia Cross Country Rally (AXCR) 2017 kelas Moto sebenarnya cukup seru. Walaupun secara jumlah peserta jika dibanding dari AXCR 2016 lalu menurun separuh... AXCR 2017: Pembuktian Rider Merah-Putih

banner live2

leg6moto7

Pertarungan Asia Cross Country Rally (AXCR) 2017 kelas Moto sebenarnya cukup seru. Walaupun secara jumlah peserta jika dibanding dari AXCR 2016 lalu menurun separuh jumlahnya. “Tahun lalu ada sekitar 48 rider yang ikut serta. Sekarang cuma 23 rider,” kata Kadex Yuli Ramayadi salah satu andalan Tim Furukawa Battery Indonesia (FBI) di kelas Moto.

leg6moto1

Peringkat papan atas memang masih milik Jakkrit Chawtale rider asal Thailand yang menjinakan KTM 350 EXC-F. Di posisi kedua adalah Yoshio IKEMACHI rider Jepang yang menunggang KTM 350 EXC-F. Mereka berdua adalah juga pemegang posisi 1 dan 2 di AXCR 2016. Sedangkan Kadex Yuli Ramayadi yang menunggang Husqvarna FE250 tertinggal hampir 1 jam 50 menit dari Jakkrit Chawtale pemegang peringkat 1 AXCR 2017.

leg6moto4

rudi-poa1(ok)

Namun begitu Kadex layak berbangga karena ia mampu meraih podium 5 besar. Sebuah pencapaian yang layak diapresiasi karena ini baru kedua kalinya Kadex dan Rudy Poa andalan tim FBI lainnya mengikuti ajang AXCRya. Sementara Rudy Poa yang juga mengendarai Husqvarna FE250 berada di urutan 9 besar. “Ya, inilah hasil yang terbaik yang bisa saya persembahkan untuk Indonesia,” bilang Kadex.

rudi-poa2

Sebenarnya ketika SS1 digelar Kadex Ramayadi sempat bikin kejutan. Start dari urutan terakhir, tiba-tiba ia melesat jadi urutan pertama. “Pengalaman ikut AXCR 2016 dengan motor pinjaman sungguh tidak mengenakan. Motor tidak kompetitif dan selalu mengalami kerusakan sejak di awal lomba. Tahun ini saya dan Pak Rudy putuskan untuk membawa motor sendiri dari Indonesia. Sengaja merek dan mesinnya sama supaya bisa saling tolong menolong ketika di trek,” terang Kadex.

leg6moto3

Pencapaian gemilang di SS1 ternyata menumbuhkan harapan tinggi di komunitas trail Indonesia yang sudah mengenal Kadex Ramayadi. Harapan tinggi ternyata membuat Kadex sedikit terbebani. “Saat terlempar dari posisi 10 besar (urutan 14 di SS3 .red) terus terang bikin saya down. Sistem navigasi rusak bikin saya kehilangan arah,” cerita Kadex. Bukan cuma itu, tak seperti peserta lain yang memiliki tim mekanik sendiri, Kadex dan Rudy mengerjakan persiapan dan perbaikan motor sendiri. “Terus terang saya sempat menangis karena kecewa dan sedih. Saya merasa tak mampu memenuhi harapan teman-teman motor trail di Indonesia,”kata pria murah senyum ini.

kadek2

leg6moto8

Kebetulan event AXCR 2017 digelar bersamaan dengan hari ulang tahun Kemerdekaan Ri ke-72. Semangat para pejuang negara RI inilah yang membuat semangat Kadex Ramayadi terlecut kembali untuk bangkit mengejar ketertinggalan. “ Selain kehilangan arah ternyata saya juga mendapat hukuman penalti akibat terlambat lapor di SS. Inilah susahnya kalau balapan semua dikerjakan sendiri,” keluh Kadex. Kesalahan itu jadi pembelajaran penting di ajang AXCR 2017 kali ini. Tak mau mengulangi kesalahan yang sama di SS berikutnya Kadex tak lagi terkena penalti waktu.

leg6moto6

Peringkatnya pun kembali membaik. Bahkan di SS5 Kadex Ramayadi kembali menjadi yang tercepat. Atas pencapaiannya itu Kadex pun mendapat hadiah 10.000 bath (sekitar Rp 4 juta lebih) dari Vessel –  salah satu sponsor AXCR 2017. Dua kali jadi yang tercepat dari total 6 SS yang disediakan adalah bukti bahwa rider Merah-Putih tak boleh dipandang sebelah mata. Semoga di AXCR 2018 nanti ada rider Indonesia yang mampu berada di posisi puncak. Selamat buat Kadex Ramayadi dan Rudy Poa.

Salam #goffroad

leg6moto12

OFFICIAL_OVERALL_RESULT_MOTO

TEAM_AWARDS-2

 

Tunggul Birawa Editor In chief