AXCR 2017 : SS2 Lomba Dihentikan AXCR 2017 : SS2 Lomba Dihentikan
Mengawali start AXCR 2017 di urutan 6, Takuma Aoki dengan Toyota New Fortuner 2.8L milik TRD Indonesia – TTI merasa optimis untuk mengejar ketertinggalannya.... AXCR 2017 : SS2 Lomba Dihentikan

banner live2

Leg2-6
Mengawali start AXCR 2017 di urutan 6, Takuma Aoki dengan Toyota New Fortuner 2.8L milik TRD Indonesia – TTI merasa optimis untuk mengejar ketertinggalannya. Gap waktu dengan pimpinan klasemen sementara di kategori Auto AXCR2017 yaitu Nutthaphon ANGRITTHANON/Peerapong SOMBUTWONG dengan double cabin sekitar 13 menit. “Strategi awal memang untuk menjaga Toyota Fortuner tetap fit. Usai SS1 baru full throttle,” kata mantan Rider GP500 (Motogp red) yang kedua kakinya sudah tidak berfungsi lagi.

Leg2-5
Jika dibandingkan tim-tim lain yang sibuk melakukan perbaikan bahkan hingga tengah malam, suasana di Tim Takuma-GP yang disupport juga dengan ban Yokohama – Geolander tak terlalu sibuk. Menurut Yujiro Nakano yang jadi manajer tim dimana Toyota Fortuner TRD Indonesia – TTI ini dititipkan tak banyak perbaikan yang dilakukan. “Cuma cek rutin fan membersihkan filter dan mobil,” bilang Nakano.

Leg2-7
Seperti yang dibilang Pitak Bhraedprueng – Route Director AXCR 2017 rute SS2 akan jauh lebih tricky lagi ketika di dalam hutan. Banyak jalan persimpangan kecil-kecil rute penduduk lokal dan pohon di kiri-kanannya pun sempit-sempit jaraknya. “Sejujurnya saya kurang begitu suka dengan karakter trek SS2. Jaraknya terlalu sempit dan susah untuk mengendalikan mobil. Apalagi seringkali ketemu dengan akar-akar pohon,” bilang Takuma.

leg2
Sangat bisa dimaklumi apa yang dirasakan Takuma. Buat peserta normal lainnya mungkin tak jadi persoalan besar. Tapi untuk Takuma yang praktis mengemudikan Toyota Fortuner hanya dengan tangan kanan karena tangan kirinya untuk mengatur pedal gas dan rem pasti tidaklah mudah. Apalagi jika ban depan kerap bermanuver kiri-kanan. Tentu sangat menguras tenaga. “Ya sejak kedua kaki lumpuh saya memang bergantung pada kedua tangan ini,” kata Takuma.

Jalur di daerah Kanchanaburi Barat yang berbatasan dengan Myanmar sempat ditakutkan turun hujan lebat. Kalau itu terjadi bukan tidak mungkin mobil harus diwinch jika terjebak di kubangan lumpur. Dimana karakter tanahnya mirip dengan pulau Kalimantan. Jika basah kena air dan berlumpur maka akan licin dan lengket. Susah meloloskan diri tanpa bantuan winch.

Leg2-3
Ketika SS2 yang total jaraknya 198.95 Kmsudah separuh bagian posisi Takuma Aoki sudah bergerak naik ke urutan 4 besar. Namun saat menjalani bagian terakhir di SS2, Toyota New Fortuner TRD Indonesia – TTI sempat kehilangan arah. “Penanda di peta tulip Route Book AXCR 2017 kadang susah dicari. Apalagi sambil berjalan kencang,” komentar Ittipon “Yong” co-driver Takuma yang sudah menemani di event AXCR selama beberapa tahun.

Leg2-6jpg
Ketika mencoba kembali ke jalur yang tertera route book AXCR 2017 terjadi insiden kecil. Toyota New Fortuner sempat bersenggolan dengan peserta lain yang datang dari arah depan. Bisa terjadi karena memang jalur yang dilewati tidaklah lebar. Tapi itu tak berakibat fatal karena Toyota New Fortuner masih bisa dikebut. Kerusakan hanya pada moncong samping kanan depan. Namun ketika memasuki desa di Km 167, penduduk desa yang dilewati rute AXCR marah. “Mobil dihentikan dan kami ditodong dengan senapan,” komentar Takuma. Memang hampir sebagian besar peserta reli baik roda 2 maupun roda 4 memacu kendaraannya dengan kencang.

Leg2-2
“Ada ayah dari penduduk disitu yang marah karena anak kecilnya ketakutan melihat kendaraan AXCR 2017 yang melaju kencang. Bisa dimaklumi karena memang membahayakan. Di briefing setiap hari sudah ditekankan pada seluruh peserta untuk membatasi kecepatannya ketika memasuki desa,” bilang Tadayuki Sasa – Event Director AXCR. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, SS2 dihentikan. Hasil waktu seluruh peserta yang dihitung hanya sampai bagian pertama SS2. Seluruh peserta pun segera kembali ke hotel dan melakukan perbaikan untuk bersiap kembali menjalani SS3 hari ini.

Salam #goffroad

Leg2-4

result1

Tunggul Birawa Editor In chief