MXGP Pangkalpinang 2017 Gerbang Crosser Indonesia ke Level Dunia MXGP Pangkalpinang 2017 Gerbang Crosser Indonesia ke Level Dunia
Kesempatan crosser Indonesia untuk berkiprah di Puncak balap off road dunia, kini terbuka. Perhelatan besar MXGP 2017, akan digelar di Pangkalpinang, Bangka-Belitung 4-5 Maret... MXGP Pangkalpinang 2017 Gerbang Crosser Indonesia ke Level Dunia

IMG-20170227-WA0000

Kesempatan crosser Indonesia untuk berkiprah di Puncak balap off road dunia, kini terbuka. Perhelatan besar MXGP 2017, akan digelar di Pangkalpinang, Bangka-Belitung 4-5 Maret jadi pembukanya. Terlepas dari semua kekurangan dalam persiapan 10 crosser tim Merah Putih yang jadi wakil Indonesia, goffroad memandang ini sebagai peluang mengangkat kembali dunia offroad Tanah Air.

MXGP di Pangkalpinang seperti gerbang kembalinya Indonesia ke kiprah balap dunia. Apalagi, di masa lalu, Indonesia sudah pernah menggelar gelaran balap motocross dunia. Lagipula, Dunia offroad sebenarnya lebih pas untuk mengangkat Indonesia di olahraga otomotif.

Seperti diungkap Frans Tanujaya, yang ditunjuk sebagai manajer tim Merah Putih. “Kalau bicara prestasi jadi juara, jelas crosser Indonesia masih jauh. Kita sudah lama absen di kejuaran ini. Tapi, ini bisa jadi awal kembalinya crosser kita ke balapan dunia. Minimal, mereka bisa belajar dari pembalap-pembalap dunia,” cetus mantan crosser yang kini jadi ketua harian Pengda IMI Jawa Barat.

Ungkapan Frans sebenarnya sangat beralasan. Secara teknis, crosser Indonesia memang masih tertinggal dari pembalap Amerika dan Eropa. Bahkan dari tetangga, Thailand yang sering ikut kejuaraan dunia pun, Indonesia kalah. Belum lagi bicara persiapan tim yang terkendala. Sejak dibentuk akhir Januari lalu, para crosser tim Merah Putih baru berkenalan dengan motor yang akan dipakai, jumat (24/02) kemarin.

mxgp1

Itu artinya, cuma ada waktu seminggu untuk adaptasi dengan motor yang akan dipakai. Pasalnya, “Motor KTM dan Husqvarna sewaan untuk pembalap baru datang minggu ini. Pembalap hanya bisa berlatih secara terpisah, sendiri-sendiri,” ungkap Frans yang telah berupaya mendorong persiapan tim lebih matang.

Ya, ada 5 joki papan atas nasional yang dibekali KTM 450 SX-F dan 250 SX-F serta Husqvarna FC450 dan FC250. Sisanya mengendarai motor yang biasa mereka pakai di ajang kejurnas. “Apa boleh buat, di event pertama ini, kami masih terkendala dana persiapan. Dana dari pemerintah dan sponsor lain tidak bisa turun seperti yang tim harapkan,” jujur Frans.

Tapi, itu bukan halangan buat Andre Sondakh, M. Arjuna Wicaksana, Asep Lukman, Mario Salontahe, Aldi Lazaroni, Ivan Harry, Farhan Hendro, Yosua Pattipi, dan Rizky Haka ditambah 2 crosser cewek Sheva Anella serta Suci Mulyani mengibarkan Merah Putih. “Saat ini, tim inti Merah Putih berlatih di sirkuit milik Daniel Tangka di Malang. Mereka dilatih Johny Pranata. Harapan saya, mereka semua bisa lolos kualifikasi. Kalau liat ada 40 gate, mestinya mereka bisa ikut di balapannya,” ungkap Frans.

Tapi, sekali lagi, apa pun yang terjadi di lintasan 4-5 Maret nanti, Indonesia sudah pasti berkibar di arena offroad roda dua. Karena kontrak gelaran MXGP akan berlangsung hingga 2019. “Semoga, kita bisa lebih siap di tahun mendatang. Syukur-syukur, ada pembalap kita yang ikut serial kejuaraan dunia,” pungkas Frans.

Di sini goffroad setuju banget. Dengan spesifikasi motor yang tidak banyak berbeda dengan para crosser dunia lain, mestinya pembalap kita tinggal mengasah ilmu lebih tinggi. Tidak seperti balapan motor MotoGP yang jelas-jelas lebih dipengaruhi oleh spek motor yang sangat tergantung dari uang yang dimiliki. Selamat berjuang, Kawan! Salam #goffroad

nurfil aiman Managing Editor