Unforgetable Moment With McQueen Unforgetable Moment With McQueen
Kompetisi Indonesia Open Championship Xtreme Off-Road Racing 2016 (IOCXOR) memang sudah berakhir. Namun pengalaman duduk di bangku sebelah kiri driver Hariono SBM sebagai navigator... Unforgetable Moment With McQueen

mcqueen1

Kompetisi Indonesia Open Championship Xtreme Off-Road Racing 2016 (IOCXOR) memang sudah berakhir. Namun pengalaman duduk di bangku sebelah kiri driver Hariono SBM sebagai navigator memakai tunggangan baru tubular bermesin LS3 stage 3 7.0L matik sungguh tak bisa dilupakan. Tahun lalu saya sebenarnya juga menemani Hari SBM demikian sapaan akrab Hariono SBM naik Double Cabin Toyota Hilux VNT custom.  “Tahun 2016 aku istirahat balapan dulu saja Bro… ngurusin event sajalah,” kata Hari SBM lewat telpon di awal tahun ini.

mcqueen15-ok

Ketika seri pertama digelar pun Hari SBM hanya datang sebagai penonton walaupun akhirnya ia ikutan juga naik UTV. Mungkin gatal juga kakinya. Hehehehe… Saat itu saya diminta menemani Joko Permana offroader adventure yang mencoba dunia off-road racing dengan tubular bermesin Toyota 2JZ. Saat itu duduk di dalam kabin tunggangan Joko Permana saya rasakan nyaris tak ada bedanya ketika menemani Hari SBM dengan Toyota Hilux custom yang mesinnya mampu menghasilkan tenaga 310 dk. Sensasi ketika berakselerasi beda-beda tipis.

mcqueen7ok

mcqueen6

Namun menjelang gelaran IOCXOR 2016 putaran ketiga ternyata Hari SBM berubah pikiran. Ia tergoda ikut bertarung di kelas neraka G5.4. Diam-diam ia sudah menyiapkan tubular bermesin V8 LS3 stage 3 matic bikinan Workshop Batulicin yang jadi markas Tim JRT.  Ketika itu Hari SBM menelpon saya. “Temani aku lagi jadi navigator ya Bro. Pakai mobil yang lebih kencang sekarang. Hehehehe…,” bilang Hari SBM waktu. Karena memang hanya  di IOCXOR 2016 Seri 1 saja saya diminta menemani Joko Permana maka saya terima ajakan itu. Terus terang saya juga penasaran dengan performa tubular bikinan Workshop Batulicin – Kalsel yang bersuara menggelegar dan kencang lajunya ketika di trek IOCXOR. Apalagi dengan tunggangan Haji Sam – juara umum IOCXOR 2016 yang raungan suaranya nyaris tak pernah ngedrop ketika bertarung. Salah satu tanda jika mobil maksimal performanya karena sang driver yang tak pernah ragu menginjak pedal gas dalam-dalam.

mcqueen14

Ketika itu saya sempat bertanya pada Hari SBM apakah akan latihan dulu dengan mobil barunya? Ternyata Hari SBM sedang menemani Haji Sam di Negeri Paman Sam. “Gak perlu latihan Bro… Gak sempet kayaknya… Seperti biasa, nanti langsung pas event saja nyobanya. Hehehehe…” Waduuh…! Dalam hati saya sempat berpikir ini mobil sudah pasti jauh lebih kencang mesinnya dibanding mesin Toyota Hilux bekas tunggangan tahun lalu. Kalau tanpa adaptasi dulu tapi langsung balapan, bagaimana jadinya nanti? Apa sudah yakin settingannya bisa maksimal? Ini kan mobil baru biasanya ada saja hal-hal yang perlu diadjust atau diperbaiki. Ah, tapi sudahlah saya simpan semua kekhawatiran itu sampai hari pelaksanaan lomba. Enjoy saja! Hehehehe…

mcqueen19

Jujur, ketika berada di garis start ternyata ada perasaan dag dig dug yang tak bisa ditutupi. Walaupun seperti biasa kami berdua selalu menghilangkan perasaan tegang dengan ngobrol ngalor-ngidul jelang start. Termasuk ritual bikin foto selfie dan menguploadnya ke media sosial. Mungkin cuma kami berdua saja yang melakukan ritual ini sebelum start balapan. Hehehehe… Lumayan juga buat mengurangi rasa tegang jelang start. Kebetulan model tubular yang kami gunakan adalah replika tokoh kartun Little McQueen. Tak heran dengan penampilan ini McQueen mencuri perhatian banyak orang. Warna merah yang membalut seluruh tubuh McQueen makin bikin daya tarik tersendiri. Menurut Hari SBM model kendaraannya dipilih karena sesuai kesukaan anak laki-lakinya yang masih kecil. Aries “Ayeka” Yudika yang juga Komandan Workshop Batulicin menambahkan slogan Keep Smile Coy! “Biar balapannya enggak terlalu tegang MasBro. Ada lucu-lucunya sedikitlah! Hehehe,” komentar Aries Ayeka.

Tibalah saatnya McQueen berada persis di belakang garis start. Jujur untuk pertama kalinya jantung saya berdetak makin kencang. Apalagi mendengar gelegar suara knalpot di belakang jok. Semua suara terdengar menembus helm saya. Beda sekali ketika ikut dengan Toyota Hilux. Saat itu karena terkunci dengan regulasi maka komponen Toyota Hilux masih lengkap. Seperti misalnya dasbor masih komplit dengan tape dan AC. Bahkan bentuk bodi maupun pintunya masih asli. Biasanya ketika menunggu giliran start mesin Hilux kami biarkan menyala termasuk AC nya. Supaya baju balap yang kami kenakan tak basah kuyub karena keringat. Dan juga muka kami tak kotor karena debu. Hehehe… Suara knalpot mesin diesel pun tak seberisik mesin V8 LS3. Ketika duduk di kabin McQueen bukan hanya mendengar suara yang menggelegar tapi baju balap pun basah kena keringat. Terutama ketika menunggu giliran start. Header manifold mesin LS3 berada persis di belakang jok driver-navigator. Makanya uap panasnya terasa hingga ke kabin depan ketika mesin menyala dan mobil sedang diam di tempat.

mcqueen18

Begitu ada aba-aba 5.. 4.. 3.. 2.. 1.. Go! Hari SBM tanpa ragu langsung menginjak pedal gas tubular bermesin LS3 Stage 3 dalam-dalam. Wusssh! Tubular bikinan Batulicin ini langsung melesat cepat. Kepala saya terasa seperti ditarik ke belakang kuat-kuat. Sementara hembusan angin dari depan terasa dingin dan langsung mengusir hawa panas yang ada di kabin akibat uap panas mesin di belakang jok.  Hal ini karena tubular ini tak memakai kaca depan sehingga terpaan angin dari depan terasa sekali. Wuah… nyawa saya serasa tertinggal di belakang. Agar tak terlambat membacakan pacenote akibat kaget dengan performa mesin, saya mensiasati dengan segera mengucapkan “100.. Jump Langsung Kiri 1!”  Sesuai dengan pacenote yang diminta Hari SBM. Kalau tidak segera saya ucapkan bisa jadi driver akan ngomel karena navigator telat membaca pacenote. Ternyata beberapa kawan navigator yang baru pertama kali mencicipi tubular bermesin LS3 bikinan Batulicin merasakan hal yang sama.  Hehehehe…

mcqueen22

Sayang sekali pada penampilan pertama dengan McQueen, kami berdua akhirnya hanya mencicipi 2 SS. Itupun ditambah bonus tubular kami terbang menaiki berm (pembatas pinggir trek) dan sempat terbalik alias klonthang. Kekhawatiran saya sebelum lomba terbukti karena ternyata braket stir lupa dilas sepenuhnya. Makanya Hari SBM tak bisa mengendalikan stir lantaran braketnya jebol. Dan… McQueen pun “terbang” melewati berm. Badan lumayan sakit juga karena sabuk pengaman yang mestinya terpasang 5 titik hanya terpasang 4 titik. Sungguh pengalaman berharga! Soal safety sebaiknya memang harus benar-benar diterapkan. Naik mobil bermesin kencang, sabuk pengaman 4 titik jelas kurang mencukupi lagi. Harus 5 titik!

mcqueen11

Pada IOCXOR 2016 Seri 4 di sirkuit Paramount Land yang sudah dimodifikasi dari sebelumnya 4,3 km ditambah jadi 5,2 km dengan karakter high speed McQueen sudah lebih siap. Beberapa kekurangan diperbaiki. Di trek high speed tarikan kepala ke belakang makin terasa. Terutama jika driver membuka gas penuh. Top speed McQueen yang tercatat dari GPS Garmin bisa menyentuh 131 km/jam. Di trek yang ada jumpingan bisa dilalui dalam kecepatan 125 km/jam lebih. Serasa benar-benar terbang bersama McQueen. Hehehehe… Beberapa kali moncong McQueen mendongak ke atas saat melibas jumpingan.

mcqueen10

mcqueen16

Akibat keenakan menginjak pedal gas McQueen, Hari SBM bikin sedikit kesalahan yang berakibat fatal. Lagi-lagi kami berdua melompati berm dan berputar-putar di udara beberapa kali. Untung kami masih bisa lanjut menyelesaikan SS4. Padahal saat fight dengan Bimo Pradikto yang mengendarai tubular bermesin Toyota 2JZ twin turbo matik sungguh seru. “Sorry Bro. Aku yang salah tadi. Maksudku biar masuk tikungannya lebih cepat. Eh.. malah naik berm,” bilang Hari SBM. “No problem Bro! Jangan diulangi lagi yaaa!” Serem ah… klonthangnya! Hehehehe…

img_4755-jahit-bodyok

img_4771-reparasiok

Bertanding di trek Paramount Land terus terang saja masih menyisakan sedikit trauma akibat klonthang saat baru pertama kali berkenalan dan naik McQueen di seri sebelum. Baru setelah masuk SS3 saya mulai terbiasa dengan sensasi G-Force mesin LS3 Stage 3. Eh… ternyata pengalaman klonthang sekali lagi kami alami di IOCXOR 2016 Seri 4. Karena semua persyaratan safety termasuk sabuk pengaman 5 titik sudah terpasang maka sama sekali badan tak terasa sakit sesudah merasakan jatuh usai berputar di udara beberapa kali. Namun kami bersyukur saat itu bisa menyelesaikan target ikut berkompetisi IOCXOR 2016 Seri 4 dan menyelesaikan 6 SS (4 SS untuk kejurnas + 2 SS untuk 20 besar).

mcqueen17

Semestinya Seri Final di Banjarbaru jadi cerita yang lebih seru lagi dengan McQueen. Namun karena sempat mengalami kendala powersteering dan demi kepentingan Tim JRT maka McQueen hanya bermain 1 SS saja. Toh, begitu semuanya adalah pengalaman yang tak terlupakan buat saya. Keep Smile Coy!

Salam #goffroad

Tunggul Birawa Editor In chief