Liana Naik Kelas Bikin Persaingan Makin Panas Liana Naik Kelas Bikin Persaingan Makin Panas
Setelah cukup lama jadi penghuni  Kelas G1.2 dengan UTV Polaris 1.000 cc di event  Indonesia Xtreme Off-Road Racing , Liana Saputri – putri Haji... Liana Naik Kelas Bikin Persaingan Makin Panas

liana4

Setelah cukup lama jadi penghuni  Kelas G1.2 dengan UTV Polaris 1.000 cc di event  Indonesia Xtreme Off-Road Racing , Liana Saputri – putri Haji Sam pun memutuskan untuk pindah kelas. Pada event Indonesia Open Championship Xtreme Off-Road Racing 2016 (IOCXOR) putaran ke-4 di Sirkuit Paramount Land awal November lalu, Liana resmi jadi penghuni Kelas G5.2 atau FFA 4 Silinder.

Biarpun termasuk pendatang baru di Grup Neraka karena bertemu dengan jawara FFA 6 Silinder dan FFA 8 Silinder ternyata Liana mampu menunjukkan performa yang tak bisa dipandang sebelah mata. Padahal menurut Ngurah “Jambul” Widyastama yang jadi navigator, Liana hanya sempat menjajal tubular custom bermesin Mitsubishi Evo 8 bekas jadi tunggangan H Pembekal Udin – pamannya selama beberapa kali. “Karena masih sekolah di SMA Al Azhar, waktu buat nyobain mobil mepet jadi sekali. Sebelum balapan hanya dua kali. Itu pun tidak digeber maksimal. Hanya untuk penyesuaian saja dan menyetel posisi tempat duduk,” kata Jambul.

liana1-kompi

Proses penyesuaian Liana memang tergolong cukup cepat. Karena sudah terbiasa balapan dengan UTV maka begitu pindah ke tubular custom yang memakai girboks matic dual speed terasa hampir tak ada bedanya. “Yang bikin bida tenaga mesin Mitsubishi Evo 8 jauh lebih besar bila dibanding mesin Polaris 1.000 cc. Jelas jadi lebih enak dan kencang tapi harus bisa mengendalikan mobil,” imbuh Jambul. Cara mengemudi Liana sekarang juga jauh menunjukan kemajuan.

liana9

Jika melihat gaya menyetir Liana yang tak seagresif adiknya Jhonni ataupun Haji Sam sang ayah, bukan berarti catatan waktunya lambat. Waktu terbaik yang bisa ditorehkan Liana untuk trek Paramount Land sejauh kurang lebih 5,2 Km adalah 03.43. Perolehan waktu ini mampu mengalahkan peserta yang memakai mesin 8 Silinder. Raja kelas G5.2 Efendi Umar yang biasanya dominan dengan Cherokee Comanche Custom bermesin Mitsubishi Evo langsung ditinggalkan Liana. “Wah susah ngejarnya Bro. Liana nyetirnya kencang banget!” kata Fendi sapaan akrab Efendi Umar yang tergabung dalam Tim JMM.

liana10

Kecepatan menyetir Liana mulai dari start lalu bertemu trek lurus dan kemudian melewati banyak tikungan nyaris rata. Cara ngegasnya juga tak terlihat agresif. Sehingga racing line pun lebih terkontrol dengan baik. Tak heran catatan waktunya pun cukup baik dan lumayan konstan. Untuk penampilan perdana memang menjanjikan. Karena Liana mampu jadi juara pertama di kelas G5.2 dan masuk 20 besar (Best Overall).  Setidaknya pencapaian ini bisa modal pada seri berikutnya yang akan di gelar di Banjarbaru – Kalimantan Selatan akhir November ini.

liana3

Apabila jam terbang dengan tunggangan barunya makin bertambah maka dijamin persaingan di Kelas G5.2 maupun Grup G5 bakal makin seru. Bukan tidak mungkin Liana/Widyastama akan mengancam driver-driver di kelas FFA 6 Silinder maupun 8 Silinder. Mari kita tunggu performa terbaik pemilik nomer start 12 ini.

Salam #goffroad

liana2

Tunggul Birawa Editor In chief