Kursi Panas Driver Pro 4 JRT Untuk LOORS 2017 Kursi Panas Driver Pro 4 JRT Untuk LOORS 2017
Setelah “Steelo #99” andalan Kyle LeDuc berpindah kepemilikan, maka seperti yang ditulis pada artikel sebelumnya, Jhonlin Racing Team (JRT) memiliki 2 tubular untuk Kelas... Kursi Panas Driver Pro 4 JRT Untuk LOORS 2017

pro4-1

Setelah “Steelo #99” andalan Kyle LeDuc berpindah kepemilikan, maka seperti yang ditulis pada artikel sebelumnya, Jhonlin Racing Team (JRT) memiliki 2 tubular untuk Kelas Pro 4 dan 1 tubular untuk Kelas Pro 2. Untuk driver Steallo sudah ditetapkan Doug Mittag. Namun masih ada 2 tubular lagi yang belum ada jokinya.

driver-hotseat1

Ketika berada di Wild Horse Pass Motorsports Park – Arizona tempat digelarnya Lucas Oil Off Road Racing Series (LOORS) 2016 putaran final, secara langsung, Rifat Sungkar mengungkapkan keinginannya pada owner JRT untuk bisa menjajal tubular bekas tunggangan Doug Mittag. Saking ngebetnya, baju balap pun dibawa dari Indonesia. Siapa tahu punya kesempatan mencoba mobil JRT yang dipakai LOORS. “Aku berharap dan pingin bisa nyobain ikut (LOORS) 2017 nanti. Pasti seru bisa naik mobil bertenaga 900 hp ini,” komentar Rifat. Bahkan saking penasarannya, Rifat pun menyoba duduk di jok mobil Pro 4 andalan Doug Mittag. Tentu saja sembari membayangkan nikmatnya ketika ia bisa menginjak pol pedal gas mobil itu. Awas jangan sampai ngeces! Hehehehe….

kumpul

ayah-anak

Owner JRT sendiri sebenarnya memang berharap ada driver Indonesia yang bisa berlaga di ajang LOORS. Supaya bendera Merah-Putih bisa berkibar di trek LOORS. Namun harus yang mampu menunjukan kemampuan maksimal. Tadinya Jhonny Saputra – putra owner JRT memang ditargetkan bisa mengikuti LOORS di Kelas Pro 4.  “Namun kayaknya Jhonny mesti banyak belajar dulu.  Jhonny masih butuh persiapannya yang lebih matang. Satu – dua tahun lagi semoga Jhonny bisa ikut LOORS,” komentar Owner JRT.

fight

Memang jika melihat pertarungan yang terjadi di event LOORS, ada banyak hal yang harus dimiliki seorang driver jika ingin ambil bagian. Peserta LOORS dituntut bukan hanya harus memiliki skill yang tinggi dan fisik yang prima tapi juga harus punya mental baja serta kontrol emosi yang baik. Naluri bertarung yang tinggi dibutuhkan karena ketika start berbarengan di dalam satu trek dengan peserta minimal kurang lebih 10 starter maka semua kemungkinan bisa saja terjadi. Adrenalin driver pasti terpompa naik dengan cepat.

fight3

Racing line pun bisa saja berubah setiap saat karena semua driver pasti  akan saling berebut posisi yang paling menguntungkan untuk kendaraannya. Supaya bisa cepat masuk dan keluar dari tikungan. Repotnya semua itu harus dilakukan dengan terus menjaga agar tidak melanggar peraturan lomba yang cukup ketat. Karena jika terlihat sengaja sedikit saja menyenggol lawan, akibatnya bisa langsung didiskualifikasi dari lomba. Makanya driver harus punya reflek tinggi dan berani ambil keputusan di waktu yang sempit.

Terutama ketika kapan harus pol menginjak pedal gas, kapan harus menyalip dan sebagainya. Karena di beberapa sudut trek jumpingannya cukup tinggi sementara kadang posisi apa yang ada di depan driver tak terlihat sama sekali. “Pandangan trek di depan kadang enggak terlihat. Tapi aku harus berani terus injak pedal gas kalau tak ingin ada yang menyalip dari belakang,” Kata Doug Mittag. Karena duduk sendirian di dalam kabin mobil, maka driver LOORS butuh bantuan navigator yang berada di luar mobil.

fly2

Instruksi untuk driver LOORS diberikan navigator lewat radio komunikasi. Navigator biasanya berdiri atau duduk di salah satu tribun yang disediakan khusus. Dimana ia bisa melihat jelas semua sudut trek. Sehingga navigator bisa melihat secara jelas posisi driver yang sedang bertarung di dalam trek. Semua instruksi pimpinan pelombaan juga disampaikan melalui navigator dan diteruskan ke driver masing-masing. Di sini anggota kru tim yang solid pun sangat diperlukan.

driver-hotseat

Rasanya bukan hanya Rifat Sungkar saja yang layak menjajal duduk di dalam jok mobil Kelas Pro 4 milik JRT. TB Adhi pun layak mendapatkan kesempatan. Karena ternyata diam-diam dia juga menyimpan hasrat yang besar agar bisa ikut mencicipi kompetisi LOORS. “Sudah 2 kali ini aku diajak Owner JRT nonton LOORS. Kalau  diberikan kesempatan juga pasti aku mau banget, pokoknya siap dan berani bertarung,” kata TB Adhi.  Kemampuan dan fighting spirit TB Adhi juga telah dibuktikannya selama mengikuti berbagai kompetisi off-road di tanah air.

atuy

M “Atuy” Fathurrahman pun juga menyatakan kesiapannya kalau mendapat kesempatan. “Aku sih mau juga jajal kalau disuruh Boss. Yang penting ada navigator yang bisa kasih instruksi dari luar. Karena aku kurang paham bahasa Inggris,” bilang Atuy.  Walaupun tergolong belum lama mengenal dunia speed off-road di Indonesia tapi kemampuan bertarung Atuy di trek lumayan oke. Apalagi belakangan ini Atuy sudah makin familiar dengan tubular bermesin V8 yang sudah diupgrade performanya.

fly

Sebenarnya masih banyak lagi kandidat driver off-road tipe fighter yang layak dijajal kemampuannya.  Seperti misalnya Rizal Sungkar, Musa “Ijeck” Rajeksyah, Hans Gunawan, dan sebagainya. Mungkin ada baiknya bikin seleksi nasional buat driver yang punya kans menjajal mobil Pro 4 milik JRT. Tentu hak sepenuhnya ada di tangan Owner JRT untuk memilih siapa driver terbaik yang bisa mewakili negara Indonesia. Semoga pada LOORS 2017 nanti sudah ada driver Merah-Putih yang ikut serta. Walaupun hanya ikut salah satu seri LOORS 2017 tapi sudah cukup untuk membuktikan bahwa driver Indonesia tak bisa diangkat sebelah mata. Aminn.

Salam #goffroad

pro4-2

Tunggul Birawa Editor In chief